Pose Yoga Terlarang untuk Penderita Sakit Jantung
wartasehat.my.id – Pose yoga terlarang sakit jantung memang ada, meskipun yoga secara umum sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular. Namun, jika dilakukan salah – terutama oleh penderita jantung koroner, hipertensi berat, atau pasca serangan jantung – beberapa pose justru bisa memicu aritmia hingga henti jantung mendadak. Oleh karena itu, Founder Komunitas Yoga Gembira Yudhi Widdyantoro dan dokter kardiologi RS Harapan Kita sepakat: hindari pose-pose ini total.
10 Pose Yoga Terlarang untuk Penderita Sakit Jantung
- Pertama-tama, Headstand (Sirsasana) – tekanan darah ke otak naik drastis.
- Kemudian, Shoulderstand & Plow (Sarvangasana/Halasana) – kompresi leher ganggu aliran balik vena.
- Selanjutnya, Handstand & Scorpion – inversi total beban jantung berat.
- Selain itu, Wheel & Camel Pose – backbend ekstrim picu tekanan darah melonjak.
- Di samping itu, Kapalabhati & Bhastrika – napas cepat naikkan detak jantung >150 bpm.
- Sementara itu, menahan napas (Kumbhaka) >10 detik – risiko iskemia miokard.
- Akibatnya, Full Bow & Forearm Stand – kombinasi inversi + backbend terlalu berat.
- Dengan demikian, hindari semua pose yang membuat kepala di bawah jantung atau dada tertekan.
Alternatif Aman yang Justru Menyehatkan Jantung
Sebaliknya, pilih pose restorative berikut:
- Pertama, Legs Up The Wall (Viparita Karani) – turunkan tekanan darah 8–10 poin dalam 10 menit.
- Kedua, Supported Bridge Pose dengan bolster – buka dada tanpa tekanan.
- Selanjutnya, Gentle Seated Twist & Cat-Cow – tingkatkan sirkulasi tanpa risiko.
- Keempat, Savasana + pernapasan 4-7-8 – turunkan kortisol & detak jantung.
- Terakhir, Ujjayi atau Anulom Vilom – pranayama paling aman untuk jantung.
Pesan Yudhi Widdyantoro & Dokter Kardiologi
Yudhi: “Yoga untuk jantung itu tentang mendengar tubuh, bukan memaksakan.” dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP: “Kalau pakai heart rate monitor, jangan sampai melebihi 120 bpm terus-menerus.”
Kesimpulannya, pose yoga terlarang sakit jantung wajib dihindari, tapi yoga tetap bisa jadi terapi terbaik asal pilih gerakan restoratif dan selalu konsultasi dokter + guru berpengalaman.
